Kamu, Pantai, dan Senja

Banyak orang yang ketagihan senja dan pantai dengan berbagai alasan. Warna yang merah, ombak yang debur, atau perpaduan keduanya yang menimbulkan rasa damai. Tapi bukan perihal itu semua aku menyukai pantai dan senja. Aku menyukai keduanya karena kamu yang ajarkanku. Senja di pantai, katamu, adalah pemandangan yang filosofis. Ia adalah sosok yang menjadikan pantai merasa … Continue reading Kamu, Pantai, dan Senja

Perjalanan Kaku

Kita terjebak di perjalanan panjang yang melelahkan. Tersandra di antara orang-orang yang ceria, kecuali kita. Baru beberapa waktu kita duduk bersebelahan, gesturmu mulai menunjukkan rasa tidak nyaman. Aku tahu, kamu bukan orang yang betah berlama-lama dalam perjalanan. Oh, bukan. Mungkin lebih tepatnya, kamu bukan orang yang betah berlama-lama bersamaku. “Kapan kita sampai?” Tanyamu memecah sunyi. … Continue reading Perjalanan Kaku

Masakan Ibu

Tidakkah saudara jengah melihat pertikaian antara pendukung nasi padang dengan pendukung soto betawi? Keduanya berebut gelar masakan terenak di Indonesia. Saling menuduh satu sama lain; saling mengaku paling tradisional   Ayolah. Maksudku, itu hanya makanan kita cuma perlu memakannya, dan kemudia kenyang. Tidak usah diributkan lagi   Soal masakan terenak di Indonesia, sudah tentu masakan … Continue reading Masakan Ibu

Tidak Perlu Menjadi Dewasa

Aku tidak pernah mau terlibat dalam perasaan yang rumit, sebelum akhirnya aku terjatuh padamu. Orang dewasa selalu memikirkan risiko dari bertindak sesuatu. Tapi bicara cinta, siapa yang bisa menerka apa yang akan menimpa pelakunya? Menjadi dewasa berarti menjadi egois. Dan cinta, tidak cocok untuk pribadi yang egois. "Siapa yang memilihkanmu sifat dewasa, hah? Apa dirimu … Continue reading Tidak Perlu Menjadi Dewasa

Sebotol Anggur

Mari kita sambut dengan sukacita sebab pagi, rupanya tidak ada rencana turun hujan Terlebih matamu sedang rekah-rekahnya sehabis kita ibadah kemarin malam   Prestasi ini perlu kita rayakan, Sayang. Sekali lagi dengan peluk pasti yang melumat keresahan kita dan sebotol anggur yang bibirnya muat untuk kita isi cumbu   sebab aku ingin dikuatkanmu waktu lelah … Continue reading Sebotol Anggur

Jangan Suka Menunda Kencing

Sudahkah engkau lelah, Wahai Pujangga? Sekarang sedang jam 3 pagi Jangan suka menunda kencing kalau tidak ada genting. Sebab nafasmu akan lega jika Kandung kemihmu kosong   Jangan malah berdalih:          “anak-anakku susah makan kalau aku tidak menulis,          Puisi-puisiku tidak laku jika aku tak bajingan.”   Boleh saja … Continue reading Jangan Suka Menunda Kencing

Berjuang Sendirian Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Aku berharap bisa selalu mencintaimu dengan tulus. Tanpa peduli pada kenyataan: aku bukan lagi pribadi yang kamu sayangi. Setelah ratusan malam aku berjuang, akhirnya aku tahu apa artinya kelelahan. Tidak enak rasanya memaksakan kehendak yang bahkan tidak bisa kamu pahami: bahwa aku selalu ingin kamu. Malam ini akan jadi malam di mana aku ingin menangis … Continue reading Berjuang Sendirian Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Ujian Nasional: Masihkah Engkau Penting?

2018 - 1.00 WITA - Kali ini sudah malam, dan mata saya sudah mulai perih untuk tetap terbuka. Tapi seperti matahari yang menolak terbit jam 2 malam, mata perih ini juga menolak untuk dikasih bantal. Maunya dikasih tidur. Etapi setelah mengambil dan minum air putih, gak jadi ngantuk, deng. Dasar mata aku. Labil. Hari ini, … Continue reading Ujian Nasional: Masihkah Engkau Penting?