Berjuang Sendirian Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Aku berharap bisa selalu mencintaimu dengan tulus. Tanpa peduli pada kenyataan: aku bukan lagi pribadi yang kamu sayangi.

Setelah ratusan malam aku berjuang, akhirnya aku tahu apa artinya kelelahan. Tidak enak rasanya memaksakan kehendak yang bahkan tidak bisa kamu pahami: bahwa aku selalu ingin kamu.

Malam ini akan jadi malam di mana aku ingin menangis dengan sangat kencang. Berharap rasa sesak akan sakit ini menjadi lapang. Dan setelah ini semua berakhir, aku akan memasang senyum manis milikku lagi, pertanda aku sudah rela membebaskanmu. Setidaknya, dengan melepaskanmu pergi, aku berhasil memberi kado perpisahan bernama ‘kebahagiaan’ untukmu.

Maaf telah membuat hari-harimu membosankan dan membebankan. Terima kasih karena sekarang, kamu sudah mendewasakanku. Bahwa berjuang sendirian tidak akan pernah terasa mudah. Akan mustahil mencari kebahagiaan bersama jika hanya salah satu dari kita yang mengusahakannya.


Dan sekarang hanya ada aku: yang memilih terluka untuk membahagiakanmu.

 

4 thoughts on “Berjuang Sendirian Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.