Tidak Perlu Menjadi Dewasa

Aku tidak pernah mau terlibat dalam perasaan yang rumit, sebelum akhirnya aku terjatuh padamu. Orang dewasa selalu memikirkan risiko dari bertindak sesuatu. Tapi bicara cinta, siapa yang bisa menerka apa yang akan menimpa pelakunya? Menjadi dewasa berarti menjadi egois. Dan cinta, tidak cocok untuk pribadi yang egois. "Siapa yang memilihkanmu sifat dewasa, hah? Apa dirimu … Continue reading Tidak Perlu Menjadi Dewasa

Sebotol Anggur

Mari kita sambut dengan sukacita sebab pagi, rupanya tidak ada rencana turun hujan Terlebih matamu sedang rekah-rekahnya sehabis kita ibadah kemarin malam   Prestasi ini perlu kita rayakan, Sayang. Sekali lagi dengan peluk pasti yang melumat keresahan kita dan sebotol anggur yang bibirnya muat untuk kita isi cumbu   sebab aku ingin dikuatkanmu waktu lelah … Continue reading Sebotol Anggur

Jangan Suka Menunda Kencing

Sudahkah engkau lelah, Wahai Pujangga? Sekarang sedang jam 3 pagi Jangan suka menunda kencing kalau tidak ada genting. Sebab nafasmu akan lega jika Kandung kemihmu kosong   Jangan malah berdalih:          “anak-anakku susah makan kalau aku tidak menulis,          Puisi-puisiku tidak laku jika aku tak bajingan.”   Boleh saja … Continue reading Jangan Suka Menunda Kencing

Berjuang Sendirian Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Aku berharap bisa selalu mencintaimu dengan tulus. Tanpa peduli pada kenyataan: aku bukan lagi pribadi yang kamu sayangi. Setelah ratusan malam aku berjuang, akhirnya aku tahu apa artinya kelelahan. Tidak enak rasanya memaksakan kehendak yang bahkan tidak bisa kamu pahami: bahwa aku selalu ingin kamu. Malam ini akan jadi malam di mana aku ingin menangis … Continue reading Berjuang Sendirian Tidak Akan Pernah Terasa Mudah

Ujian Nasional: Masihkah Engkau Penting?

2018 - 1.00 WITA - Kali ini sudah malam, dan mata saya sudah mulai perih untuk tetap terbuka. Tapi seperti matahari yang menolak terbit jam 2 malam, mata perih ini juga menolak untuk dikasih bantal. Maunya dikasih tidur. Etapi setelah mengambil dan minum air putih, gak jadi ngantuk, deng. Dasar mata aku. Labil. Hari ini, … Continue reading Ujian Nasional: Masihkah Engkau Penting?

Di Perempatan Jalan

Di perempatan jalan yang kecil, aku baru pulang dari hari yang kuhabiskan untuk mencari uang. Tanganku menenteng plastik yang isinya sepuluh tusuk sate ayam.   Saat hendak menyeberang, aku berhenti di sudut ruas jalan yang ramai. Di sana ada pengemis yang menangis karena semingguan tidak bisa makan. Dengan suara lirih, ia memintaku mengisikan uang di … Continue reading Di Perempatan Jalan

Bertanggungjawab dengan Cinta

Aku sudah sampai tempat ini. Saat aku datang, ia sudah menunggu di depan gerbang untuk menyambut pekerja-pekerjanya. Ia berdiri di bawah papan nama perusahaan yang bertuliskan “CV.  Republik”. Tangan kanannya diangkat setinggi dadanya. Semua pekerja paham. Ia mengangkat tangannya untuk semua pekerja-pekerjanya. Ia melakukan ini setiap pagi. Aku yang baru saja datang sudah disodori tangan … Continue reading Bertanggungjawab dengan Cinta